Ditulis Oleh : Endang Fatmawati
Di sebuah desa kecil, ada anak bernama Raka. Suatu hari, Raka melihat temannya, Sari, sedih karena ia berbeda suku dan bahasa. Raka tidak ingin temannya merasa sendiri. Dia mengajak Sari bermain bersama dan memperkenalkan teman-teman lain.
“Persatuan itu penting. Kita harus saling menghargai perbedaan. Ayo jaga persatuan, tanamkan cinta tanah air, dan berbudi luhur sehari-hari!” kata Raka.
Semua anak lalu bermain bersama, tertawa, dan berbagi cerita tentang budaya masing-masing. Raka pun mengajarkan lagu daerah dari desanya. Mereka bernyanyi bersama, merasa semakin dekat. Mereka juga belajar bahasa kecil dari masing-masing suku agar bisa saling mengerti. Suatu hari, saat Hari Kemerdekaan, mereka membuat bendera merah putih dari kain bekas. Mereka berdiri bersama, menyanyikan lagu kebangsaan dengan semangat.
Raka berkata, “Cinta tanah air membuat kita kuat dan bersatu.”
Sari tersenyum, merasa diterima dan bangga menjadi bagian dari kelompok itu. Semua anak belajar bahwa menjadi berbudi luhur berarti menghormati, menyayangi, dan menjaga persatuan.
Raka dan teman-temannya akan terus menjaga tali persaudaraan dan cinta kepada tanah air, mulai dari hal kecil setiap hari. Mereka ingin menjadi anak yang berbudi luhur, bermanfaat untuk keluarga dan bangsa. ***

